
Kita berdua saja, duduk.
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput --
kau entah memesan apa.
Aku memesan batu di tengah sungai terjal yang deras --
kau entah memesan apa.
Tapi kita berdua saja, duduk.
Aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu.
PS:
aku memilih kamu,
kau entah memilih siapa
*emangnya Pemilu :P*
Di Restoran
Sajak Rajawali
by: WS Rendra
Sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah rajawali
menjadi seekor burung nuri
Rajawali adalah pacar langit
dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti
Langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan tanpa sukma
tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara
Rajawali terbang tinggi memasuki sepi
memandang dunia
rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya
Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi dari keringat matahari
tanpa kemantapan hati rajawali
mata kita hanya melihat matamorgana
Rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka
W.S Rendra,
Kumpulan Puisi ” Perjalanan Bu Aminah “,
Yayasan Obor Indonesia - 1997
PS:
Sungguh ini bukan Kampanye dari sebuah Parpol berlambang Rajawali yang sedang mengikuti Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, yang masih berlangsung saat posting ini ditayangkan. Tapi karena pada baris-baris pertama sajak Rendra yang satu ini menurut saya mengandung energi yang sungguh luar biasa.
Sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah rajawali
menjadi seekor burung nuri
Cerminan pribadi yang tangguh, keteguhan hati, kekuatan, dan semangat perlawanan yang pantang menyerah terhadap kezaliman. He3x.. ini cuma pendapat pribadi saya lhoo. Semoga selalu ada 'rajawali' dalam diri rakyat Indonesia.
YOUR LAUGHTER
Take bread away from me,
if you wish,
take air away, but
do not take from me your laughter.
Do not take away the rose,
the lance flower that you pluck,
the water that suddenly
bursts forth in joy,
the sudden wave
of silver born in you.
My struggle is harsh and I come back
with eyes tired
at times from having seen
the unchanging earth,
but when your laughter enters
it rises to the sky seeking me
and it opens for me all
the doors of life.
My love, in the darkest
hour your laughter
opens, and if suddenly
you see my blood staining
the stones of the street,
laugh, because your laughter
will be for my hands
like a fresh sword.
Next to the sea in the autumn,
your laughter must raise
its foamy cascade,
and in the spring, love,
I want your laughter like
the flower I was waiting for,
the blue flower, the rose
of my echoing country.
Laugh at the night,
at the day, at the moon,
laugh at the twisted
streets of the island,
laugh at this clumsy
boy who loves you,
but when I open
my eyes and close them,
when my steps go,
when my steps return,
deny me bread, air,
light, spring,
but never your laughter
for I would die.
Pablo Neruda
PS:
I would need your laughter , your smile, your voice to keep me sane.
*in the middle of Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009*



